Tampilkan postingan dengan label Tugas kuliah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas kuliah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Juni 2014

INVESTIGASI PENIPUAN ONLINE SHOP, PART I : Tren Online Shop

Diposting oleh Unknown di 01.42 0 komentar
Tren Online Shop

            Berbelanja online sedang menjadi tren saat ini. “Online lebih praktis liat bajunya, biasanya harga lebih murah juga daripada di store,” ujar Marcintya, mahasiswi Fikom Untar 2011 yang mengaku sering berbelanja pakaian melalui online shop.

            Menurut kominfo melalui website resminya kominfo.go.id, pengguna internet tahun 2014 di Indonesia mencapai 82 juta pengguna. Dengan jumlah pengguna sebanyak itu, Indonesia menempati peringkat ke – 8 didunia. Perkembangan jumlah pengguna ini didukung oleh persaingan sengit antar provider seluler yang semakin murah dan mudahnya mengakses internet melalui gadget. Hal ini berdampak pada gaya hidup masyarakat yang melek informasi, salah satunya berbelanja online.

            Keterbatasan waktu, harga yang lebih murah, serta kemudahan mencari barang tertentu dengan sekali klik menjadi alasan mengapa banyak orang menjadikan online shop sebagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan. “Beda – beda, ada alat buat nail art, body lotion, cover hp” ungkap Devi, 24 tahun, yang mengaku memilih berbelanja online daripada berbelanja di mall.

            Yohanna, mahasiswi Fikom Untar 2011 mengatakan bahwa ia sering membeli barang seperti pakaian di online shop. “Mungkin sekitar dua jutaan, ga pernah hitung juga sih,” jawab Yohanna ketika ditanyakan soal budget belanja online tiap bulannya. Ia menambahkan bahwa harga, kualitas dan testimonial adalah pertimbangan utamanya untuk melakukan pembelian di online shop.

            Testimonial adalah ungkapan kepuasan yang diberikan pembeli kepada penjual atas layanan yang ramah, respon yang cepat, produk yang bermutu, ataupun merekomendasikan penjual tersebut kepada orang lain.

            Berbelanja online menawarkan kemudahan dan kenyamanan dalam memenuhi kebutuhan. Hal ini disambut baik oleh penjual yang ditandai dengan menjamurnya online shop saat ini. Bagaimana tidak, penjual tidak perlu mengeluarkan banyak modal untuk memiki sebuah ‘toko’ didunia maya. Hanya bermodalkan perangkat seperti komputer atau gadget dan koneksi internet saja, ia sudah bisa menjajakan jualannya tanpa gudang atau toko riil.

            Penjual online shop juga kerap memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan barang dagangannya. Indonesia dengan pengguna facebook terbanyak nomor 4 didunia merupakan target konsumen yang menggiurkan bagi penjual online shop. Selain facebook, masih ada twitter dan instagram yang biasanya digunakan penjual untuk berjualan.

            Saat ini ada sistem penjualan baru yang unik yaitu penjual tidak perlu modal untuk menyetok barang. Sistem ini dinamakan dropship. Sistem ini menawarkan keuntungan dan kemudahan bagi penjual karena penjual juga tidak perlu melakukan pengepakan dan pengiriman barang.

            Dropship dilakukan dengan cara mempromosikan barang melalui Blackberry Messanger (BBM) atau media sosial yang dibuat khusus maupun pribadi.  Penjual hanya perlu memindahkan gambar suplier dengan menaikkan harga jual. Selisih harga jual kembali ke konsumen merupakan keuntungan bagi dropshiper (sebutan penjual yang menggunakan sistem ini). Jika ada yang hendak membeli produk dari dropshiper, maka pembeli akan melakukan pebayaran ke dropshiper. Selanjutnya, dropshiper akan meneruskan orderan ini kepada suplier. Uniknya, pengiriman barang ke konsumen akan dilakukan supplier dengan mencantumkan nama dropshiper.

            Sistem dropship menguntungkan semua pihak. Bagi suplier tentu penjualan akan meningkat dengan cakupan penjualan yang lebih luas. Bagi dropshiper, memperoleh keutungan tanpa mengeluarkan modal untuk menyetok barang maupun repot – repot melakukan pengiriman. Bagi konsumen, keuntungannya adalah lebih mudah menemukan produk yang ia cari karena cakupan penjualan yang luas.

            Bisnis online shop menjadi bisnis yang menjanjikan. Bagaimana tidak, Hendy Suprapto pemilik online shop ayobelanjabaju.com mengatakan bahwa omset penjualannya bisa mencapai ratusan juta rupiah setiap bulan. Selain dengan website, ia juga mempromosikan produknya lewat facebook dan pemasangan iklan disitus penyedia pasang iklan gratis seperti kaskus.com dan OLX.com (sebelumnya tokobagus.com).

            Kisah suksesnya pria lulusan Universitas Trisakti ini dimulai dari toko yang ia buka di Pasar Pagi Mangga Dua dengan nama Baju Laris. Kemudian pada tahun 2009 ia mulai membuka sayap lebih lebar lagi dengan merambah dunia online shop. Dirumahnya yang berlokasi di Jl. Balikpapan 1 no. 14 Jakarta Pusat , ia memiliki 17 orang karyawan. Kini, ia juga menaungi bajucouple.com dan bajularis.com. Puluhan hingga ratusan paket ia kirim setiap harinya. “Dulu mau jualan online karena toko offline mulai sepi,” jelas Hendy.

            Tren berbelanja online harus diimbangi dengan kewaspadaan dalam bertransaksi. Berikut beberapa tips belanja online yang aman.

1. WAJIB CARI TAU REPUTASI PENJUAL

            Hal yang paling mudah dilakukan untuk mencari tahu adalah mencari dimesin pencarian terbesar internet yaitu google. Hal ini bisa dilakukan dengan mengetikan nama, nomor handphone, pin bb, dll untuk mencari tahu apakah online shop tersebut bukan penipu. Cari tahu juga testimonial pembeli serta identitas pembeli lainnya. Kapan Facebook, twitter, Instagram, dan media sosial lainnya dibuat, apakah pernah ada komplain sebelumnya. Jika ada testimonial, cek apakah testimonial itu asli. Jika ada komplain, cek apakah online shop tersebut bertanggung jawab atas komplain. Semakin banyak informasi yang bisa dikumpulkan, semakin baik pula penilaian tentang online shop tersebut.

2. JANGAN TERGODA HARGA MURAH

            Harga yang tidak masuk akal beresiko lebih tinggi untuk indikasi penipuan.

3. BANYAK BERTANYA

            Tanyakan dengan jelas tentang detail kondisi barang, pengepakan, pengiriman, prosedur komplain jika bermasalah, garansi dan lain - lain sebelum melakukan pembayaran.

4. UTAMAKAN BERTEMU ATAU COD (Cash On Delivery)


            Usahakan untuk bertemu dengan penjual untuk bertransaksi. Jika hal ini sulit dilakukan karena jarak lokasi yang jauh, maka tanyakan kapan barang akan dikirim dan mintalah nomor resi pengiriman.

situs ayobelanjabaju.com milik Hendy Suprapto

Petikan wawancara dengan narasumber Marcitya, 2011, Fikom Untar, Advertising

Petikan wawancara dengan narasumber Devi, 24 tahun

Petikan wawancara dengan narasumber Yohanna, 2011, Fikom Untar, Jurnalistik

TOR Investigasi Penipuan Online Shop

Diposting oleh Unknown di 00.35 0 komentar
TOR INVESTIGASI PENIPUAN ONLINE SHOP




Disusun oleh : Ficca Marsella
NIM : 915110193
Dosen : Stanley Adi Prasetyo
Mata Kuliah : Investigasi





FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
2014


I. Latar Belakang
            Jumlah pengguna internet di Indonesia berkembang pesat. Dalam kurun waktu 11 tahun (2000-2011) pengguna internet di Indonesia berkembang dari 2.000.000 menjadi 55.000.000 pengguna. Saat ini Indonesia menjadi negara ke empat terbesar pengguna internet di Asia setelah China, India dan Jepang. Kemajuan dibidang teknologi membuat orang cenderung mencari kemudahan dan kenyamanan lebih. Internet menjadi sarana paling dicari untuk memenuhi segala kebutuhan. Mulai dari informasi, hiburan, hingga transaksi jual beli.

            Online shop semakin menjamur karena menawarkan kemudahan berbelanja dimana dan kapan saja. Online shop ternyata juga menawarkan keuntungan yang menggiurkan terutama bagi penjual. Tanpa harus menyewa tempat untuk membuka ‘lapak’ penjual sudah bisa menjajakan produk maupun jasanya melalui online shop. Hanya dengan bermodalkan perangkat seperti komputer atau gadget yang dapat mengakses internet, mereka bisa memiliki sebuah toko didunia maya.

            Layaknya transaksi jual-beli konvensional, ternyata bisnis berbasis online ini juga menjadi lirikan oknum kejahatan. Penipuan yang dilakukan online shop membuat kerugian yang tidak main – main. Periode Januari hingga Februari 2013 saja, tercatat adanya 10 pengaduan yang masuk ke polri dengan total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

            Tingginya angka penipuan berkedok online shop tersebut disebabkan karena hukum yang belum jelas. Di Indonesia, sudah ada UU nomor 11 tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik). Hal yang dilarang diatur pada pasal 28 ayat 1 yang berbunyi “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik” tidak menunjukan detail kerugian yang dimaksud. Jika nilai kerugian terkesan kecil, aduan kepada pihak kepolisian bahkan tidak ditanggapi.

            Semakin menjamurnya online shop di Indonesia tidak diimbangi dengan peningkatan pelayanan masyarakat dari pihak berwajib. Masih banyak pula masyarakat yang bahkan tidak tahu cara melakukan pengaduan ketika berhadapan dengan penipu yang sebenarnya telah merugikan mereka.

            Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa penulis mengangkat topik ini adalah karena masalah pribadi. Penulis memiliki sebuah bisnis jasa periklanan online shop. Salah satu klien yang menggunakan jasa penulis mengiklankan produk yang dijualnya. Suatu ketika penulis mendapatkan laporan bahwa online shop tersebut adalah penipu yang kemudian penulis klarifikasikan kepada yang bersangkutan. Namun, seketika itu juga online shop tersebut menghilang tidak bisa dihubungi. Kecurigaan semakin menjadi keyakinan karena banyaknya aduan dari publik yang melihat iklan online shop tersebut. Hingga suatu saat kesalahpahaman terjadi sehingga penulis dicurigai adalah sindikat penipu tersebut. Setelah melakukan beberapa penjelasan, penulis berhasil meyakinkan para korban bahwa hal tersebut tidaklah benar. Hal ini juga yang merupakan latar belakang mengapa penulis mengangkat topik ini.

II. Angle
·         Apa yang membuat masyarakat mau berbelanja online?
·         Bagaimana cerita korban?
·         Sejauh mana pihak berwajib membantu para korban?

III. Waktu
3.1. Durasi                  : 1 bulan
3.2. Deadline              : 10 Juni 2013

IV. Rencana Tulisan

4.1. Tren Online Shop

            4.1.1. Isi Tulisan
         Menceritakan kehidupan masyarakat modern yang serba ingin instan. Memenuhi kebutuhan berbelanja dimana saja dan kapan saja melalui internet. Melihat manfaat bisnis online dari pihak pembeli dan penjual. Memberikan tips berbelanja online aman.

            4.1.2. Foto/Grafis
ü  Screenshot percakapan wawancara melalui BBM dengan narasumber
ü  Situs – situs online yang sering dikunjungi untuk berbelanja online

            4.1.3. Narasumber
ü  Masyarakat umum
ü  Mahasiswa Untar
ü  Penjual online shop

4.2. Investigasi Penipuan Berkedok Online Shop

            4.2.1. Isi Tulisan
      Tulisan ini akan mengangkat kronologis kasus penipuan yang terjadi kepada beberapa korban yang berhasil penulis temukan. Penulis yang telah menelusuri jejak online shop tersebut berpura – pura akan melakukan transaksi dengan pelaku dan mengamati tata cara pelaku beraksi.

4.2.2. Foto/Grafis
ü Percakapan melalui BBM dengan korban
ü Percakapan melalui BBM dengan pelaku

4.2.3. Narasumber
ü  Pelaku penipuan
ü  Korban

4.3. Bukan Tanpa Perlindungan

4.3.1. Isi Tulisan
       Melihat dari sisi pihak berwajib untuk membahas kasus penipuan. Penulis akan mengangkat upaya perlindungan dari pihak berwajib melalui wawancara kepada kepolisian. Penulis juga akan sekaligus meembahas cara melaporkan kasus penipuan dari sisi korban yang terkesan berbelit – belit dan tanpa tanggapan.

4.3.2. Foto/Grafis
ü  Proses wawancara dengan kepolisian
ü  Rekaman suara saat wawancara

4.3.3. Narasumber
·         Kepolisian

V. Tempat yang Wajib Dikunjungi dan Pihak yang Wajib Ditemui
·         Mahasiswa / umum
·         Penjual online shop
·         Korban penipu
·         Penipu
·         Kepolisian Mabes Polri Bareskrim CCIC (Cyber Crime Investigation Center)

VI. Daftar Pertanyaan

·         Mahasiswa / Umum
1.      Apakah anda sering berbelanja di online shop?
2.      Apa yang biasanya anda beli di online shop?
3.      Mengapa anda memilih berbelanja di online shop daripada berbelanja di toko?
4.      Situs apa yang paling sering anda kunjungi saat berbelanja online?
5.      Apa saja yang biasanya menjadi pertimbangan anda ketika berbelanja online? Misal kualitas, harga, reputasi online shop, dll
6.      Berapa banyak uang yang anda habiskan untuk berbelanja online setiap bulannya?

·         Penjual online shop
1.      Apa yang anda jual?
2.      Sudah berapa lama melakoni bisnis online?
3.      Berapa omset penjualan setiap bulannya?
4.      Apa saja situs yang anda gunakan untuk beriklan?
5.      Mengapa memilih berjualan dengan online shop?

·         Korban penipuan
1.      Kapan penipuan terjadi?
2.      Bagaimana kronologisnya?
3.      Berapa banyak kerugian yang dialami?
4.      Bagaimana modus pelaku saat menipu?
5.      Apa yang Anda beli kepada online shop tersebut?

·         Kepolisian
1.    Banyak yang mengatakan bahwa UU ITE nomor 11 tahun 2008 yang terbilang baru, tidak secara signifikan menjelaskan perlindungan terhadap korban transaksi elektronik, bagaimana tanggapannya?
2.  Apa saja upaya yang dilakukan pihak kepolisian terhadap perlindungan terhadap korban tindak pidana penipuan berkedok online shop?
3.  Apakah ada sosialiasi khusus yang dilakukan pihak kepolisian untuk mengedukasi masyarakat agar waspada terhadap tindak penipuan terutama terhadap transaksi elektronik?
4.   Apakah ditingkat polsek atau polda sudah difasilitasi baik SDM maupun perangkat untuk pengaduan tentang transaksi elektronik?
5.     Bagaimana tata cara pengaduan yang bisa dilakukan oleh masyarakat jika mengalami tindak penipuan yang dalam hal ini dalam transaksi elektronik?
6.  Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa melakukan pengaduan kepada polisi adalah hal yang sia – sia karena kerugian, terutama materiil, tidak akan bisa kembali juga, bagaimana klarifikasi atas tanggapan tersebut?
7.  Apakah penyedia situs yang secara tidak langsung terlibat kasus penipuan ini juga dapat dipidanakan?
8.  Apakah pengaduan dari pihak penyedia situs yang dirugikan secara non materiil (misal, perusakan nama baik) juga bisa dipidanakan?


Rabu, 04 Juni 2014

Produksi Siaran TV Fikom Untar : Kisah Pengamen Unik dengan Sejuta Mimpi

Diposting oleh Unknown di 22.01 0 komentar
Haiiiii, sudah lama ga posting di blog, maklum lah sibuk ahaha

Di postingan ini aku akan mempersembahkan salah satu karya tugas kuliahku yang paling aku suka!
Cerita sedikit yaaah, aku dapet tugas untuk membuat film pendek tentang pekerjaan unik. Aku dan kelompok yang anggotanya perempuan semua (Dian, Yohanna, Meliana dan Mega) berpikir keras pekerjaan seperti apa yang mau kita angkat. Pada suatu hari dimana aku sedang berjalan dari kost menuju kampus, aku melihat sosok bapak - bapak yang tua renta dengan berbagai macam pernak pernik aneh di topinya dan baju lusuh sedang mengamen di sebuah warung kopi. Yang terlintas dipikiranku adalah "ini pasti orang gila". Bukan tanpa sebab aku berpikir demikian, ketika lewat saja bau badan yang mungkin tidak mandi beberapa hari itu tercium menusuk hidung. Ditambah ia mengendarai sepedah yang juga ia tempeli dengan kertas - kertas dan mainan rusak. Ia bermain harmonika sambil sesekali bertepuk tangan. Aku hanya memperhatikan sekilas dan jalan begitu saja.

Ketika aku masih terus berjalan, si bapak tua itu lewat dengan sepedahnya dan berhenti di rumah makan padang di depanku. Karena terus memikirkan tugas itu, langkah ku terhenti untuk memperhatikan sejenak. "Pak, itu orang gila apa pengamen yah?" tanya ku kepada salah satu warga sekitar yang juga memperhatikan si bapak yang aneh itu. "Sepertinya waras neng, dia ngamen kok," jawabnya.

Aku kumpulkan keberanian untuk memanggil si bapak itu. Aku menjelaskan maksud tujuan ku untuk shooting film pendek dan aku ingin dia menjadi sosok yang diangkat. Ketika aku berbicara dengan bapak itu, aku melirik beberapa warga sekitar yang memperhatikannya sedari tadi menertawakan aku yang mau berbincang dengan bapak itu. Biar saja, aku tidak peduli. Aku berkenalan dengan bapak Lauren, nama yang ia akui adalah nama aslinya.

Aku menceritakan hal baik ini kepada teman - teman ku dan mereka setuju untuk mengangkat kisah Pak Lauren. Ketika shooting, Pak Lauren selalu bertanya kepada kami mahasiswi, bagaimana caranya untuk mengangkat nilai rupiah untuk minimal setara dengan dollar singapura. Tentu saja kami kaget dengan topik perbincangan yang aku rasa bukan topik yang biasa bagi seorang pengamen sepertinya. Ia merasa Indonesia adalah negri kaya yang tidak kalah dengan negara tetangga. Ia juga bercerita bagaimana cita - citanya waktu kecil yang ingin membuat roket dan terbang keluar angkasa. Obrolan kami siang itu menjelaskan mengapa di topi dan sepedahnya banyak pernak pernik mainan roket luar angkasa.

Setelah shooting dijalanan, kami lanjut untuk pergi mengunjungi rumah Pak Lauren. Memasuki gang - gang kecil yang padat penduduk, banyak tetangga yang memperhatikan kami yang terlihat mencolok dengan banyaknya kamera ditangan. Akhirnya kami sampai didepan sebuah pintu kayu seadanya yang membawa kami ke lorong sempit yang hanya bisa dilewati satu orang. Lorong tersebut dipenuhi sampah dengan bau yang menyengat. Sebuah tempat tidur kayu dengan ukuran sekitar 1,5 x 1,5 meter dan tiang - tiang kayu yang hanya ditancapkan seadanya untuk menyanggah seng diatasnya, Pak Lauren menyebutnya rumah. Sungguh hati kami pilu melihatnya. Di sebuah kota besar seperti Jakarta dengan gedung - gedung pencakar langitnya masih ada orang yang hidup dengan keadaan seperti ini. Salah satu teman kami keluar dari rumah Pak Lauren ketika kami sedang shooting karena tidak tahan dengan bau dan nyamuk didalam rumah itu.

Bukan pekerjaan mengamen yang membuat Pak Ahmad Richard Lauren Azhari menjadi unik. Tetapi caranya melakukan pekerjaan tersebut untuk meraup rupiah demi rupiah. Ia mendadani dirinya dengan unik sekaligus menunjukan kepada semua orang tentang cita - citanya. Meski dengan segala kekurangannya, ia terus bermimpi melalui lagu - lagu dan sajak yang ia buat sendiri. Bukan keputusasaan, melainkan keceriaan hati untuk berkeliling dari satu kota menuju kota lain dengan sepedahnya. Hal tersebut ia lakukan untuk meneruskan cita - citanya. Maka film kami berjudul "Ingin ku sebrangi lautan meski dengan sepedah"

Here we go! Film yang sudah kami upload ke youtube dengan resolusi yang sangat kecil jadi gambarnya ga bagus >.< aslinya sudah kami kumpulkan melalui keping DVD.


Adobe inDesign tugas matkul Grafis Media

Diposting oleh Unknown di 20.28 0 komentar
Newbie banget, tapi ya inilah hasil karya original ala ficca ahahaha

ini ceritanya disuruh bikin poster propaganda, jadi mencalonkan diri sebagai ketua DPM deh ahaha

kalau yang ini disuruh bikin profile

Ya walaupun nilainya pas - pasan tapi bangga dong sama hasil karya sendiri  

Jumat, 22 November 2013

BEAUTIFUL CULTURE OF INDIA

Diposting oleh Unknown di 08.00 5 komentar
Namaste!
Kali ini postingannya tentang tugas mata kuliah Komunikasi Lintas Budaya di FIKom Untar yang lain daripada yang lain (mungkin tidak ditemukan di kampus lain loh, hahaha). Kelompok gue mempresentasikan tentang India. India kaya akan berbagai macam adat istiadatnya. Seperti di Indonesia, India bangga akan 'Living in Diversity' mereka.

Kelompok membawakan presentasi tidak hanya melalui PPT, tetapi dengan dekorasi kelas dan drama yang membungkus presentasi ini menjadi menarik tanpa mengurangi informasi didalamnya. Setelah sebelumnya bersusah payah menghubungi pihak kedubes India untuk wawancara, akhirnya kami bertemu Mam Divya di pusat kebudayaan dan perpustakaan India.

Sedikit tentang India

Sebenarnya banyak hal menarik dari India. Konsep yang kelompok kami angkat adalah tentang kuliner, tempat wisata, serta film koi mil gaya ala Syah Ru Khan yang tersohor itu.

Makanan khas India yang kami hadirkan kekelas adalah roti canai yang terbuat dari tepung, mentega dan telur. Biasanya roti canai dihidangkan dengan kari daging serta acar bawang atau dengan cocolan gula pasir.

roti canai
Ada juga pohon ara/Bodhi/Banyan tree/ficus religiosa yang sangat terkenal. Menurut kepercayaan umat Budha, pohon ini merupakan tempat Sidharta Gautama bersemedi dan mencapai kesempurnaannya. 'Banyan' sendiri berasal dari kata 'Banya' yang dalam bahasa Gujarati berarti 'toko kelontong'. Sifat pohon ini adalah berdaun rindang dan sejuk. Hal ini membuat para pedagang India suka berteduh di bawahnya hingga transaksi jual-beli juga sering dilakukan disana. Maka Banyan menjadi nama pohon itu sendiri.
Banyan Tree
Selain itu juga ada Taj Mahal. Kelompok kami membuat replika dan dihadirkan dikelas. Monumen yang dibangun selama 22 tahun ini sering disebut lambang cinta. Shah Jehan membuat bangunan ini dengan batu marmer, serta ukiran - ukiran didinding dan lapisan emas, perak dan berlian diperuntukan bagi istrinya, Mumtaz Mahal. Semua mata pasti akan terpesona dan berdecak kagum ketika melihat indahnya bangunan ini. Taj Mahal menjadi wujud cinta yang amat mendalam bagi Shah Jehan pada istrinya. Bahkan hingga akhir hayatnya, Shah Jehan pun dimakamkan disebelah istri tercintanya didalam Taj Mahal.

Ini replika yang kami buat, sayang yang udah jadinya malah lupa di foto :(

Lebih lengkap tentang india? download dalam bentuk Power Point disini
Kelompok kami juga menampilkan tarian ular dan di akhiri dengan tarian koi mil gaya secara bersama-sama. Untungnya salah satu teman sekelas kami merekam, okeeeyysss youtube time! haha

1. Snake dance yiiihaaaaa!


2. Koi Mil Gaya performance


3. Behind The scene ;)


Kamis, 24 Oktober 2013

Contoh Penulisan Feature Jurnalistik

Diposting oleh Unknown di 19.04 0 komentar
Alasan Untuk Bersyukur Bagi Angga
Oleh : Ficca Marsella - 915110193




T
anpa keluh kesah bocah SD ini bekerja sebagai joki kuda wisata setiap pulang sekolah hingga petang menjelang. Sebut saja Angga, anak yang kini berusia 12 tahun itu sudah mencari nafkah sejak duduk dikelas 1 SD. Setiap hari selepas bersekolah, Angga membawa kudanya untuk berkeliling disekitar villa di Cimacan, Puncak Bogor.


Kuda yang biasa menemani Angga bukanlah miliknya sendiri. Angga harus berjalan sejauh tiga kilometer untuk menjemput kuda tersebut pada pengempunya. Diusianya yang masih tergolong anak – anak, Angga mampu menunggangi kuda – kuda itu dengan sangat mahir. Menurutnya, kuda – kuda tersebut sudah jinak dan mengenalnya dengan baik.
Angga hanya mematok tarif Rp 20.000,- untuk menunggangi kuda yang diberi nama Isabela itu. Selama 30 menit ia membawa pelanggannya untuk berkeliling dikebun teh Puncak yang sangat indah pemandangannya dan sejuk udaranya.  Biasanya dalam sehari Angga mendapatkan 2 orang pelanggan, namun terkadang ia tidak mendapatkan pelanggan sama sekali. Jika tidak mendapatkan pelanggan, ia harus pulang dengan tangan kosong. Walaupun demikian ia tetap bersyukur dan berharap esok hari akan mendapatkan rezeki yang lebih baik lagi.
Selama empat tahun menjadi joki kuda wisata, resiko tidak pernah lepas dari pekerjaannya. Angga pernah digigit bahkan diinjak oleh kuda yang menjadi mata pencahariannya itu. “Ya gak apa – apa, paling hanya diusap – usap saja,” kata Angga. Dengan postur tubuhnya yang kecil, Angga beberapa kali terinjak oleh kudanya. Rasa sakit ataupun lelah yang Ia dapatkan terbayarkan ketika berhasil membawa sejumlah uang untuk ia serahkan kepada ibunya.
Angga adalah anak ke empat dari 5 bersaudara. Ditengah kesulitan ekonomi keluarga, Angga membantu mencari nafkah semampunya. Pendapatan ayah yang bekerja sebagai kuli bangungan dan Ibu sebagai penyabit rumput divilla tidak pernah mencukupi biaya kehidupan sehari – hari mereka. Kakak – kakaknya sudah tidak lagi bersekolah. Hanya Angga dan seorang adik bernama Rini yang masih bersekolah. Sekarang Rini tengah duduk dikelas 5 SD.
Ipang, kakak sulung Angga, hanya bekerja membantu ibunya sebagai penyabit rumput. Sedangkan kedua kakak perempuannya Tia dan Santri membantu memasak dan mencuci dirumah. Adik bungsu, Rini tidaklah bekerja.
Angga tidak pernah merasa iri hati ketika melihat teman – temannya bermain sepulang sekolah. Seringkali ia hanya bisa menelan ludah dan mengusap dada ketika melihat teman – temannya membeli jajanan tetapi ia tidak bisa. Ia harus bekerja dan mencari uang. Seluruh uang hasil menjadi joki kuda wisata ia serahkan kepada ibunya. “Uangnya saya kasih Ibu buat beli makan sehari – hari, buat biaya sekolah saya sama adik juga,” ujar Angga dengan lapang dada.
Ketika senja pun datang dan menggantikan sinar matahari pagi, Angga pun menyelesaikan pekerjaannya ini. Walaupun keluarganya mengalami kesulitan ekonomi, Angga tidak pernah berpikir untuk meninggalkan sekolahnya. Setelah lelah dan letih bekerja, Angga tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar. Ia tetap menyempatkan diri untuk belajar dengan giat pada malam harinya. Berharap dengan giat belajar, ia akan mendapat kehidupan keluarganya yang jauh lebih baik.
Kedua orangtua dan adiknya menjadi motivasi utama bagi Angga untuk terus giat belajar dan mencari nafkah disaat bersamaan. Ia tidak ingin putus sekolah seperti ketiga kakaknya. Ia juga berharap adik bungsunya dapat terus melanjutkan pendidikannya. Semangat inilah yang membuat Angga tetap ceria menjalankan kehidupan sehari – harinya sebagai joki kuda wisata.

Nasib Angga hanya segelintir potret kehidupan anak – anak “perkasa” yang mencari nafkah demi membantu keperluan ekonomi keluarganya. Cara berpikir mereka yang jauh lebih dewasa dibandingkan umur mereka menjadi pembelajaran bagi kita semua. Keinginan mereka untuk bermain selayaknya anak – anak tidak berbeda dengan yang lain, hanya nasib yang belum mengijinkan. Semoga Angga dapat menggapai cita – citanya. Terima kasih Angga, kisahmu menjadi inspirasi bagi kita semua.
 

Family, Friends, Love, My life :) Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos